Dengan ini kita dapat merasakan perut seorang anak yang dipaksa atau terpaksa menengadahkan telapak tangannya di bawah terik matahari.
Dengan ini kita dapat merasakan peluh tukang becak atau tukang batu yang memeras keringat di tengah debu kendaraan yang selalu tak sadar kita buang dengan bangganya ke udara yang siap mereka hirup.
Dengan ini kita dapat merasakan amarah yang terpendam dan merelakannya seperti ketika mencaci orang lain dan orang itu bersabar mendengarnya.
Kita bukanlah kata isapan jempol seorang yang apatis memaknai hidup dan mengatakan kita adalah "kita??Lo aja kali!!!"
Tapi kita adalah kegelapan yang menuju cahaya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar