Semua orang mendadak jadi tak memiliki rasa malu.
Hingga hanya kelaminnya yang ia tutupi.
Kasihan...
Mereka telah dikuasai ego dan kemunafikan.
Pernahkah kau melihat markisa?
Yang warnanya kuning dan cantik, ternyata isinya kecut.
Itu seperti mereka yang senyuman manisnya dilemparkan ke sekitar,
Tapi ternyata dendam dan rasa ingin menghancurkan ada di dalam dada.
Serasa ingin ku robek wajahmu yang sok tau itu
Ocehanmu yang sopan tapi kosong...membuatku tertawa di relung hatiku.
Mengapa kau begitu bodoh dalam drama ini?
Drama yang dia buat seolah kau sudah sukses dengannya.
Aku tak akan tunduk kepadamu hanya karena dimana kau berpijak sekarang.
Dirimu hanya sebuah ilusi yang kau buat untuk menenangkan jiwamu yang miskin.
Tahukah kau?
Superioritasmu tak berarti bagiku.
Bukan aku yang pantas mengadilimu.
Semoga kau dapat belasan yang setimpal dan aku hanya bisa mendoakannya tanpa mengutukmu.
Tawaku berkumandang untuk hati kalian yang tak tenang, untuk hati kalian yang sedang bergetar melihat kebencianku.
Untuk tanda tanya di kepala kalian yang penuh ego dan kemunafikan itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar